Apel Hari Santri Nasional 2026: Momentum Santri Berkontribusi pada Negeri

waktu baca 4 menit
Sabtu, 24 Okt 2026 16:05 0 3 Ansor Mesir

ansormesir.org-“Santri menguatkan negeri, menuju Indonesia emas.” Begitulah potongan amanat pembina apel peringatan Hari Santri 2026 (22/10) K.H. Muhammad Nur Salim, Lc. M.Si., Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Kairo sekaligus dewan mustasyar PCINU Mesir. Dalam amanatnya, beliau menekankan kembali makna peringatan Hari Santri. Bukan seremonial belaka, peringatan Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, terutama dari kalangan ulama dan santri. Serta pentingnya kontribusi santri guna menuju impian Indonesia Emas 2045.

Apel tersebut merupakan puncak dari rangkaian agenda peringatan Hari Santri oleh PCINU Mesir. Komplek Olahraga Madinat al-Bu’uts al-Islamiyah menjadi saksi terlaksananya agenda yang diikuti kurang lebih 1.000 santri dari berbagai elemen di Mesir pada tanggal 22 Oktober 2026. Pada apel tersebut, turut hadir pula perwakilan almamater, kekeluargaan, dan jajaran BPH PCINU Mesir serta KBRI Kairo. Walaupun terjadi keterlambatan 12 menit, apel tetap berjalan dengan khidmat.

Prosesi apel berjalan dengan lancar tanpa hambatan suatu apapun. Seluruh agenda tersampaikan dengan jelas dan diikuti dengan takzim oleh para peserta apel. Pembacaan teks Resolusi Jihad oleh ketua Tanfidziyah PCINU Mesir, K.H. Nur Fuad Shofiyullah, Lc., MA. dan Ikrar Santri oleh Ketua PC GP Ansor Mesir, Benni Halomoan Batubara menjadi unsur pembeda apel ini dari apel-apel yang lain. Bersama kita berharap, pembacaan teks-teks tadi bukan hanya menjadi pemanis mulut. Realisasi dalam wujud tingkah laku dan pola pikir adalah tujuan fundamental yang harus ditanamkan bersama.

Menjelang berakhirnya apel, terjadi hal yang tidak diduga oleh semua orang. Bendera Mesir tiba-tiba didirikan oleh orang Mesir di tengah lapangan apel, bersanding dengan Sang Saka Merah Putih. Lagu Kebangsaan Republik Arab Mesir diputar. Suasananya tak kalah sakral bila dibandingkan tatkala Indonesia Raya diputar. Tak hanya itu, Rais Qhitô’ Madînat al-Bu’ûts al-Islâmiyyah al-Azhar as-Syarîf, al-Ustadz ‘Ishom al-Qodhi, turut memberi sambutan dalam bahasa arab. Dalam sambutannya, kedatangan mahasiswa Indonesia ke Mesir bukan hanya perjalanan biasa, di dalamnya ada pertemuan antara dua kewarganegaraan, peradaban, dan bahasa yang berbeda. Peserta apel mendengarkan dengan tenang dengan bumbu kaget yang masih terasa.

Kekagetan serupa dirasakan oleh Abdul Hay, salah satu anggota tim paduan suara apel ini. Ia kaget ketika tiba-tiba diputar Lagu Kebangsaan Republik Arab Mesir, dan mengaku hanya mengucapkan ‘Bilâdî, bilâdi’, yang mana adalah judul lagu ini. Abdul Hay menambahkan, bahwa ia dan teman-temannya tidak di-briefing untuk menyanyikan lagu nasional Mesir. Semua ini murni kejutan dari pihak warga lokal, menunjukkan kedekatan Indonesia dan Mesir benar-benar terjalin hingga ke akar rumput.

Selanjutnya, PCINU melalui NUCare-LAZISNU kembali mengadakan takrîm mutafawwiqîn. Agenda tersebut berjalan sukses pada apel peringatan Hari Santri tahun lalu. Agenda ini berupa pemberian penghargaan kepada mahasiswa yang mendapat predikat mumtâz (istimewa) di Universitas al-Azhar Kairo. Sejumlah 42 mahasiswa berpredikat mumtâz diberikan buah tangan oleh LAZISNU-PCINU Mesir. Selain berupa apresiasi, agenda ini juga merupakan motivasi untuk teman-teman yang belum mencapai mumtâz, guna mengejar ketertinggalan akademik.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan penampilan-penampilan memukau, mulai dari pencak silat, reog, hingga band yang dibentuk oleh teman-teman PCINU sendiri. Para penampil benar-benar mendemonstrasikan pentasnya dengan sepenuh hati. Kelincahan dan adrenalin penampil pencak silat nyata terasa, sorak-sorai penonton band menjadi pamungkas yang ideal untuk apel peringatan Hari Santri 2026 ini.

Zam’ah Tus Saudah Al Farisi—Wakil Ketua Pelaksana peringatan Hari Santri Nasional PCINU Mesir 2026— mengungkapkan syukur alhamdulillah karena rangkaian agenda ini dapat berjalan dengan lancar. Serta pelaksanaan apel bisa berjalan dengan khidmat dan penuh kehangatan. Selanjutnya, Zam’ah menuturkan bahwa rangkaian agenda ini resmi ditutup dengan agenda basic medical check-up pada Sabtu, 24 Oktober 2024.

Zam’ah berharap agenda peringatan Hari Santri Nasional dapat terus terjaga di tahun-tahun mendatang serta mengajak untuk bersama-sama menyemarakkannya. “Bagi saya, peringatan Hari Santri, khususnya momen apel, bukanlah sekedar seremonial belaka. Ia adalah pengingat pernah adanya Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari dan diperjuangkan oleh para santri. Kita sebagai santri bisa mengingat, merawat dan menjaganya dengan meramaikan peringatan HSN ini, walaupun jauh dari tanah air.”

“Tidak ada yang namanya mantan santri. Peringatan ini bukan hanya milik santri yang ada sedang berada di pondok pesantren. Lebih dari itu, rasa memiliki juga harus ditanamkan dan dipupuk bersama di hati Masisir tanpa terkecuali. Semoga kedepannya, acara ini makin ramai, makin banyak yang tergerak untuk menyemarakkan. Sehingga semakin erat kebersamaan kita,” tambahnya.

Reporter: Shobri Hanief Mufidan

Ansor Mesir

Admin Website Ansor Mesir

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA