Mengulik Alasan Pembacaan Maulid Barzanji MDS Rijalul Ansor dalam Majelis Rutinannya

waktu baca 3 menit
Jumat, 24 Apr 2026 20:11 0 10 Ansor Mesir

Kairo, — Sekitar pukul 18.45 WLK, Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Mesir menggelar Majelis Maulid Barzanji dan doa bersama pratermin II dengan jumlah peserta berkisar kurang lebih 60 orang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinan bulanan yang dilaksanakan setiap malam Jumat awal bulan sebagai ruang penguatan spiritual dan kebersamaan kader di perantauan.

Acara diawali dengan pembacaan Yasin dan tahlil bersama hadirin yang mayoritasnya merupakan mahasiswa baru. Suasana yang terbangun terasa hangat, menjadi ruang adaptasi sekaligus pengikat emosional antarwarga Nahdliyyin di lingkungan Al-Azhar.

Rangkaian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Barzanji sebagai inti kegiatan, pembacaan maulid yang dikarang oleh Syekh Ja’far al-Barzanji bin Husain bin Abdul Karim (1690-1766 M). Pemilihan Barzanji didasarkan pada pertimbangan yang tidak hanya bersifat tradisional, tetapi juga memiliki landasan ilmiah sebagaimana dianjurkan oleh K.H. Maimun Zubair. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali Barzanji karena kandungan historis dan keilmuannya yang kuat.

Secara substansi, Barzanji memuat silsilah Nabi Muhammad SAW hingga Adnan secara runtut dan terperinci. Kitab ini juga menyajikan perjalanan hidup Nabi sejak kelahirannya, lalu diuntai dengan kisah masa pertumbuhan, fase kenabian, mukjizat-mukjizat, hingga wafatnya. Maka, hikmah pembacaan ini juga sebagai media literasi sirah nabawiyah yang ringkas namun sistematis. Lebih jauh, Barzanji tidak hanya menghadirkan kisah, tetapi juga mencatat peristiwa-peristiwa besar yang mengiringi kelahiran Nabi, seperti fenomena sosial-keagamaan yang bernilai historis. Hal ini menjadikan Barzanji memiliki dimensi sosiologis yang dapat memperkaya cara pandang pembacanya terhadap sejarah Islam.

Dari sisi struktur, Barzanji disusun dalam bentuk perpaduan prosa dan puisi. Pola ini memudahkan pembaca dalam memahami isi sekaligus meresapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, selain pembacaan Barzanji dapat menguatkan sisi emosional melalui shalawat, ia juga dapat memperkaya pemahaman intelektual tentang sosok Nabi.

Ketua PC GP Ansor Mesir (Sahabat Benni) dalam sambutannya menjelaskan bahwa “Majelis Barzanji ini menjadi sarana menjaga kesinambungan tradisi sekaligus membangun keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin”. Selain itu, Sahabat Benni juga menambahkan, “Dalam konteks kehidupan mahasiswa, majelis seperti ini berperan sebagai ruang penenang, penguat mental, serta wasilah doa bersama dalam menghadapi berbagai tantangan akademik”.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir, Bapak Nur Fuad Shofiyullah menyampaikan apresiasi kepada para hadirin, khususnya warga baru, serta menegaskan bahwa majelis shalawat memiliki faidah besar seperti menenangkan hati dan memperkuat optimisme. Ia juga mengingatkan bahwa setiap hasil yang diperoleh tetap bernilai kebaikan selama diiringi dengan usaha dan doa yang sungguh-sungguh.

Kegiatan ditutup dengan doa Maulid Barzanji yang dipimpin Ketua Tanfidziyah, kemudian dilanjutkan dengan pembagian konsumsi yang diiringi lantunan shalawat serta hadrah banjari dari Marhalah Adikara PCINU Mesir 2025. Kebersamaan yang terbangun dalam majelis ini diharapkan mampu menjaga tradisi keagamaan sekaligus menjadi energi positif bagi para mahasiswa dalam menjalani proses akademik di tanah rantau.

Reporter: Fahmi Abdi, Ketua PC MDS RA Mesir

Ansor Mesir

Admin Website Ansor Mesir

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA