Selamat Tahun Baru 1447 H, Mari Kita Rayakan dengan Membaca Sejarah!

waktu baca 3 menit
Jumat, 27 Jun 2025 21:54 0 214 Ansor Mesir

ansormesir.org – Dar Al-Ifta’ Al-Mishriyyah mengumumkan bahwa tahun baru 1447 H bertepatan dengan hari Kamis, 26 Juni 2025. Sementara Kementrian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Muharram tahun 1447 H bertepatan dengan hari Jumat, 27 Juni 2025. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, umat muslim di seluruh dunia merayakan tahun baru dengan berbagai macam cara. Mulai dari sekedar ucapan selamat kepada orang-orang sekitar, flyer atau sepanduk yang bersebaran baik di dunia nyata maupun di dunia maya, juga pawai menyambut tahun baru Hijriah. Umat Islam di berbagai tempat, termasuk Indonesia, memanjatkan doa akhir dan awal tahun, baik secara personal maupun secara berjamaah.

Beberapa kalangan juga meminum susu putih di malam tahun baru sebagai lambang kemurnian dan kesucian,  juga sebagai usaha untuk melanggengkan tradisi yang konon berasal dari seorang ulama kenamaan bernama Sayyid Muhammad Alawy al-Maliky.

Seperti namanya, tahun atau penanggalan Hijriah diambil dari kata Hijrah, sebuah peristiwa agung yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama sahabatnya, Abu Bakar al-Shidiq RA yang meninggalkan tanah airnya Makkah menuju kota Madinah.

Penanggalan Hijriah belum ada ketika Rasulullah SAW masih hidup. Orang Arab terbiasa menggunakan tahun Gajah (tahun terjadinya penyerangan ka’bah oleh pasukan gajah milik Abrahah sekaligus tahun kelahiran Rasulullah SAW) sebagai patokan waktu. Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah berkata:

وروى محمد بن إسحاق عن الزهري وعن محمد بن صالح عن الشعبي أنهما قالا: أرخ بنو إسماعيل من نار إبراهيم، ثم أرخوا من بنيان إبراهيم وإسماعيل البيت، ثم أرخوا من موت كعب بن لؤي، ثم أرخوا من الفيل، ثم أرخ عمر بن الخطاب من الهجرة، وذلك سنة سبع عشرة أو ثمان عشرة .

Muhammad bin Ishaq telah meriwayatkan dari Al-Zuhri dan dari Muhammad bin Salih al-Sya’bi, mereka berdua bekata: Keturunan Ismail membuat penanggalan dimulai dari peristiwa pembakaran Nabi Ibrahim, kemudian mereka (juga ) membuat penanggalan dimulai dari peristiwa pembangunan Bait (ka’bah) oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, kemudian mereka (juga) membuat penanggalan dimulai dari wafatnya Ka’ab bin Lu’ay, kemudian mereka membuat penanggalan dimulai dari tahun gajah, kemudian Umar bin al-Khattab membuat penanggalan dimulai dari peristiwa hijrah, itu terjadi pada tahun 17 atau 18.

Adalah Sahabat Umar bin al-Khattab RA yang memulai sistem penanggalan ini. Dr. Uwaidlah Utsman; seorang Dewan Fatwa di Dar Al-Ifta’ Al-Mishriyyah dalam sebuah video Youtube menjelaskan alasan dibalik penanggalan Hijriah. Sekitar 2,5 tahun pemerintahan Khalifah Umar bin al-Khattab RA atau 17 tahun pasca wafatnya Rasulillah SAW, sahabat Abu Musa al-Asy’ariy RA mengadu tentang sebuah surat yang datang pada bulan Syakban. Beliau menyampaikan kebingungannya apakah Sya’ban dalam surat itu adalah bulan Syakban tahun ini atau tahun lalu? Kemudian Khalifah Umar bin al-Khattab RA mengumpulkan beberapa orang sahabat untuk mendiskusikan hal ini, dan mereka bersepakat untuk menjadikan peristiwa hijrah Rasulullah SAW sebagai permulaan tahun. Atau dengan kata lain, tahun pertama Hijriah adalah tahun dimana Rasulullah SAW melakukan perjalanan hijrah ke Madinah.

Abu al-Qasim dalam kitabnya; al-Radlu al-Unufu berkata:

قدم رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم المدينة يوم الإثنين حين اشتد الضحاء وكادت الشمس تعتدل لثنتي عشرة ليلة مضت من شهر ربيع الأول، وهو التاريخ فيما قال ابن هشام.

“Rasulullah SAW tiba di kota Madinah pada hari Senin, ketika matahari sudah tinggi di waktu Dhuha dan hampir mendekati waktu tergelincir (zawal), yaitu pada hari kedua belas bulan Rabiul Awwal. Itulah tanggal yang disebutkan oleh Ibn Hisyam.”

Dalam Dalail al-Nubuwah milik Imam al-Baihaqi disebutkan:

روى الحافظ البيهقي عن أبي البَدَّاح بن عاصم بن عدي، عن أبيه، قال: “قدِم رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم المدينة يوم الإثنين لاثنتي عشرة ليلة خلت من شهر ربيع الأول، فأقام بالمدينة عشر سنين”

Al-Hafizh al-Baihaqi meriwayatkan dari Abu Al-Baddah bin ‘Ashim bin ‘Adi, dari ayahnya, ia berkata: “Rasulullah SAW tiba di Madinah pada hari Senin, dua belas malam telah berlalu dari bulan Rabiul Awal. Beliau tinggal di Madinah selama sepuluh tahun.”

Mayoritas Ulama bersepakat bahwa Rasulullah SAW tiba di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal sehingga mungkin sebagian orang  bertanya-tanya, kenapa permulaan tahun di mulai pada bulan Muharam sedangkan Rasulullah SAW tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal?

Dr. Syauqi Ibrahim Alam; Demisioner Mufti Mesir menjelaskan dalam laman resmi Dar Al-Ifta’ Al-Mishriyyah bahwa peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW memang terjadi di bulan Rabiul Awal, akan tetapi ‘azm (keinginan) dan persiapannya dimulai sejak bulan Muharram. Oleh karenanya permulaan tahun Hijriah dilakukan di bulan Muharram.

Wa Allahu A’lam

Penulis: Muhammad Burhanul Umam

Editor: Abda Rifqi Syukron

Ansor Mesir

Admin Website Ansor Mesir

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA