Bedah Buku Imam-Imam Ahlussunnah, Saiful Millah; Buku Ini Menampilkan Sudut Pandang Lain Sosok Imam yang Ditulis

waktu baca 4 menit
Kamis, 27 Mar 2025 16:54 0 162 Ansor Mesir

Ansormesir.org- Kairo, Selasa (25/2) Bidang Keilmuan PC GP Ansor Mesir sukses me-launching dan membedah buku ke-4 mereka yang berjudul, “Imam-Imam Ahlussunnah Waljamaah; Biografi dan Karakteristik Pemikirannya” di Aula KAHHA PCINU Mesir. Acara ini diikuti lebih dari 35 peserta dari berbagai tingkatan dan jurusan.

Bedah buku kali ini turut menghadirkan beberapa panelis diantaranya; Syihabuddin Alawy, Lc. Sebagai perwakilan dari Tim Penulis, Nur Iman Mundzir, Lc. Ketua Aswaja NU Center sebagai Pembedah dan Ustadz Saeful Millah, Lc., M.A. Founder Rumah Hiwar sebagai Pembanding. Acara dimulai dengan sholat Ashar berjamaah lalu langsung diambil alih oleh Master of Ceremony.

Sambutan dari ketua PC GP Ansor Mesir, Muhammad Haidar mengawali acara pada sore hari ini. Ia menyampaikan bahwasanya PC GP Ansor Mesir ini memiliki misi dan target tiap periode dapat menerbitkan satu buku. Dan sejak tahun 2019, tetap konsisten menerbitkan buku yang bermanfaat untuk khalayak umum. Ia juga memberikan ucapan selamat kepada teman-teman Divisi Keilmuan secara khusus atas terbitnya buku ke-4 mereka.

Kemudian Muhammad Alfin Ghazali, sebagai moderator menyampaikan mukadimah dalam buku ini yang sebelumnya ditulis oleh Sahabat Qisthosul Fahim, Lc. untuk memberikan gambaran umum terlebih dahulu kepada para peserta mengenai buku yang akan di bahas. Secara garis besar, buku ini berisi biografi ulama’-ulama’ yang menjadi rujukan dan pegangan dalam Ahlussunnah wal Jamaah, meliputi dua Imam Akidah, empat Imam Madzhab dan dua Imam Tasawuf.

Sebagai pemantik dan moderator, ia juga mengawali bedah buku ini dengan sebuah pernyataan yang krusial, bahwasanya semua buku itu bisa tertulis karena ada sebuah pertanyaan yang menjadi dasarnya. Dan dasar dari buku ini adalah sebuah pertanyaan mengapa imam-imam ini selalu dinisbatkan kepada Ahlussunnah waljamaah? Dari sini diskusi dimulai.

Syihabuddin Alawi sebagai perwakilan dari tim penulis menyampaikan bahwasanya Buku ini adalah sebagai seri lanjutan dari buku sebelumnya yaitu, “Amaliyyah Ahlussunnah waljamaah” yang telah launching sebelumnya.

Secara lebih spesifik, buku ini ditujukan untuk memperluas wawasan pembaca, khususnya para masisir yang notabetenya adalah seorang Azhari dan menganut Ahlusunnah waljamaah supaya tidak hanya mengetahui Aswaja secara harfiah saja namun harus juga mengetahui imam-imam yang dianut atau dijadikan rujukan dalam Aswaja ini.

“Salah satu kelebihan dari buku ini adalah, memuat alasan mengapa akidah Al-Asy’ari lebih popular dibandingkan akidah Al-Maturidi, mulai dari sisi geografisnya sampai sisi ideologisnya.” Tutur Alawy saat menyampaikan materi.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Nur Iman sebagai Pembedah. Ia mengatakan bahwasanya dari dulu sampai sekarang banyak sekali buku-buku tentang Aswaja ini yang sudah ditulis. Diantaranya ditulis oleh Syaikhul-Azhar Syekh Ahmad Tayyib, Syekhul-Azhar Abdul Halim Mahmud dan masih banyak lainnya, namun semuanya berisi manhaj Aswaja saja, tidak membahas tokoh-tokoh Aswaja.

Ia juga menyampaikan asal-usul penggunaan Aswaja secara etimologi, terminologi sampai histori dari kata Aswaja sendiri. Salah satu yang menjadi point penting dalam penamaan Aswaja ini terletak pada kata Al-Jama’ah yang memiliki fungsi untuk membedakan Aswaja dengan Muktazilah yang memiliki prinsip Ahlussunnah wa Al-‘Adl. Juga membedakan dari Syi’ah yang berprinsip Ahlussunnah wa Al-Imamah.

Dan dilanjutkan dengan Kritik dan Banding dari Ustadz Saiful Millah. Ustadz Millah mengkritisi pada target dari buku ini, “jika buku ini memang untuk khalayak umum ataupun mahasiswa baru, saya rasa ini terlalu berat. Karena di dalam buku ini terdapat banyak sekali syubhat-syubhat tentang Imam Asy’ari dan imam-imam lainnya. Tentu ini adalah bacaan yang berat untuk pemula. Namun jika targetnya adalah para pelajar tingkat lanjut, saya rasa cocok.”

Ustadz Millah juga menyebutkan beberapa keistimewaan dari buku ini, diantaranya adalah; Dalam buku ini menjelaskan secara rinci penjelasan seputar La Nukaffir Ahlu Al-Qiblah. Disini juga disebutkan istinbath para ulama’ madzhab dalam setiap pengambilan hukum mereka. Serta dalam biografinya Imam Ghozali juga, penulis berhasil menyatukan antara tasawuf dan filsafatnya Ghozali itu sendiri.

Diakhir, Ustadz millah memberikan sebuah kritikan, “Kekurangan buku ini mungkin ada di kurangnya referensi primer, karena kebanyakan referensi yang dipakai dalam buku ini berputar di referensi sekunder dan tersier saja. Dalam buku ini juga banyak sekali argument yang validitasnya kurang menguatkan argument tadi.” Pungkas Ustadz Millah.

Acara berlangsung ramai dan hangat. Diselingi dengan beberapa pertanyaan panas dari para peserta yang juga turut mengkritisi buku ini. Acara berakhir pada pukul 19.00 dan ditutup dengan ramah-tamah.

Reporter: Divisi Keilmuan PC GP Ansor Mesir

Baca kabar lainnya seputar Ansor Mesir di rubrik Kabar.

Ansor Mesir

Admin Website Ansor Mesir

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA