Sejumlah 5 rebana ditabuh berbarengan di Aula KAHHA PCINU Mesir, jumat (2/10). Masing-masing oleh Rais Syuriah PCINU Mesir, KH. Ali Irham, M.A., Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir, K.H. Nur Fuad Shofiyullah, Lc. M.M., Sahabat Ahmad Rijaldi Nur, Sahabat Arifatun Nisa Birizqil Adhim, dan Muhammad Itmam Firjatullah. Agenda tersebut merupakan perwujudan simbolik dari pembukaan/kick-off rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Kick-off simbolis tersebut merupakan acara inti dari kolaborasi Panitia HSN 2026 dan MDS (Majelis Dzikir dan Sholawat) Rijalul Ansor dalam program Lailatul Ijtima’. Acara dimulai dengan pembacaan surah Yaasin, tahlil, dan istighosah, dilanjutkan pembacaan maulid Barzanji. Kekhusyukan dan khidmat begitu terpancar nyata dari para hadirin.
Sesak dan pengap tak dapat terelakkan, mengingat Aula KAHHA yang dipenuhi oleh hadirin. Akan tetapi, hal tersebut tidak menurunkan semangat dan khidmat dalam mengikuti jalannya Lailatul Ijtima’ dan Kick-off Hari Santri Nasional 2026. Acara ini dihadiri tak kurang dari 60 peserta, termasuk para ketua almamater afiliatif PCINU Mesir. Tak kurang dari 47 almamater afiliatif dari penjuru Indonesia diundang untuk mengikuti perhelatan Kick-off Hari Santri Nasional 2026.
Bukan tanpa alasan tentunya. Hal ini bertujuan untuk menyongsong sinergi antar almamater untuk menyukseskan rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026. Menurut informasi yang beredar, kegiatan-kegiatan ini akan berupa lomba-lomba ilmiah yang memunculkan intelek-intelek hebat, medical check-up, hingga puncaknya pada 22 oktober 2026 akan diselenggarakan upacara bendera memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Madinah al-Bu’uts al-Islamiyyah.
Muhammad Itmam Firjatullah–ketua pelaksana peringatan Hari Santri Nasional 2026– menyampaikan dalam sambutannya historikal Hari Santri Nasional serta alasan pemilihan tanggal 22 Oktober sebagai hari peringatan. Selanjutnya, Itmam menekankan bahwa perjuangan santri hari ini bukan lagi mengangkat bambu runcing, melainkan perjuangan melawan kebodohan, kemalasan, dan perpecahan.
Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir, K.H. Nur Fuad Shofiyullah, mengajak untuk bersama-sama menyambung tali silaturahmi dalam rangka bersemangat menghidupkan jam’iyyah Nahdhatul Ulama. Sambutan ini beliau pungkasi dengan memberikan apresiasi kepada jajaran panitia pelaksana peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Selanjutnya, K.H. Ali Irham dengan gaya khas beliau memberikan nasihat dan mauidhoh kepada hadirin tentang pentingnya kesiapan santri menjadi garda terdepan dalam bela negara. Beliau tegaskan pada akhir mauidhoh, untuk belajar dengan tekun sebagai perwujudan perjuangan masa kini. “Setiap orang memiliki takhossus-nya, spesialisasinya masing-masing. Maka tekunilah disitu; karena apa yang menunjang kehidupan kemanusiaan, itu termasuk bagian dari ad-din,” pungkas beliau.
Tentu diharapkan dari peringatan Hari Santri Nasional ini bukan hanya sekedar acara seremonial belaka yang menghamburkan uang sebegitu banyaknya. Perjuangan, pengorbanan, serta semangat para pendahulu Nahdlatul Ulama’ wajib dilanjutkan oleh generasi penerus. Substansi dan nilai moral yang mendalam inilah yang diharapkan dapat diraih oleh setiap warga Nahdliyyin khususnya, umumnya pada seluruh warga negara Indonesia di Mesir.
Reporter: Shobri Hanief Mufidan
Tidak ada komentar